Pancasila
Pada tulisan kali ini bukannya saya akan membahas mengenai sila-sila dalam pancasila, namun lebih membahas tentang secuil cerita saya mengenai matakuliah pancasila yang pernah saya lalui ketika saya berada di semester awal kuliah.
Sesuai dengan namanya, pelajaran pancasila ini selalu membicarakan mengenai tata perilaku sebagai warga negara agar sesuai dengan sila-sila dalam pancasila. Sedikit membosankan pasti di dalam benak anda ketika membayangkan berada di dalam kelas pancasila. Pancasila ini sudah kita pelajari dalam sekolah formal mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Dan cakupan yang dibahas didalamnya cenderung monoton. Namun di kuliah ini sangatlah berbeda dengan pelajaran pancasila di bangku sekolah. Sebenarnya bukan materi yang membedakan, apalagi pancasila yang diajarakna di dalamnya pun tetap sama. Yang membedakan adalah dosennya.
Dosen yang bernama bapak Joko Pitoyo adalah dosen Fakultas Filsafat yang memang ditugaskan mengajar pancasila di berbagai fakultas di universitas saya. Dosen itu sangat berbeda dengan dosen pada umumnya. Penampilan yang cukup nyentrik, gaya bahasa dan tutur kata yang enak di dengar dan yang pasti isi yang disampaikan sangatlah berkesan hingga saat ini. Misal dalam membahas mengenai soekarno, beliau bisa saja menyambungkan dengan kisah percintaan Soekarno dan bisa di analogikan dengan tokoh2 pewayangan yang sesuai dengan watak dari Soekarno yang cenderung mirip dengan arjuna. Arjuna memiliki 3 istri dengan watak berbeda, dan dari perbedaan watak itu setidaknya kita sebagai wanita harus memilikinya.
Banyak teman yang sangat terpukau dengan cerita-cerita yang beliau pernah ungkapkan begitu juga dengan saya, tapi tepat 23 April 2011 kemarin kita semua sudah tidak dapat mendengarkan dosen tergokil yang cerdas dengan kisah asmara dan joke jenakanya. Selamat jalan bapak, semoga masih ada cerita-cerita lain yang bisa kami dengarkan dari Bapak Joko Pitoyo-Joko Pitoyo lain di bumi ini :)
-kebokumat-
Pada tulisan kali ini bukannya saya akan membahas mengenai sila-sila dalam pancasila, namun lebih membahas tentang secuil cerita saya mengenai matakuliah pancasila yang pernah saya lalui ketika saya berada di semester awal kuliah.
Sesuai dengan namanya, pelajaran pancasila ini selalu membicarakan mengenai tata perilaku sebagai warga negara agar sesuai dengan sila-sila dalam pancasila. Sedikit membosankan pasti di dalam benak anda ketika membayangkan berada di dalam kelas pancasila. Pancasila ini sudah kita pelajari dalam sekolah formal mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Dan cakupan yang dibahas didalamnya cenderung monoton. Namun di kuliah ini sangatlah berbeda dengan pelajaran pancasila di bangku sekolah. Sebenarnya bukan materi yang membedakan, apalagi pancasila yang diajarakna di dalamnya pun tetap sama. Yang membedakan adalah dosennya.
Dosen yang bernama bapak Joko Pitoyo adalah dosen Fakultas Filsafat yang memang ditugaskan mengajar pancasila di berbagai fakultas di universitas saya. Dosen itu sangat berbeda dengan dosen pada umumnya. Penampilan yang cukup nyentrik, gaya bahasa dan tutur kata yang enak di dengar dan yang pasti isi yang disampaikan sangatlah berkesan hingga saat ini. Misal dalam membahas mengenai soekarno, beliau bisa saja menyambungkan dengan kisah percintaan Soekarno dan bisa di analogikan dengan tokoh2 pewayangan yang sesuai dengan watak dari Soekarno yang cenderung mirip dengan arjuna. Arjuna memiliki 3 istri dengan watak berbeda, dan dari perbedaan watak itu setidaknya kita sebagai wanita harus memilikinya.
Banyak teman yang sangat terpukau dengan cerita-cerita yang beliau pernah ungkapkan begitu juga dengan saya, tapi tepat 23 April 2011 kemarin kita semua sudah tidak dapat mendengarkan dosen tergokil yang cerdas dengan kisah asmara dan joke jenakanya. Selamat jalan bapak, semoga masih ada cerita-cerita lain yang bisa kami dengarkan dari Bapak Joko Pitoyo-Joko Pitoyo lain di bumi ini :)
-kebokumat-
