Selamat Jalan Dosen Tergokil, Bapak Joko Pitoyo

Minggu, 24 April 2011

Pancasila

Pada tulisan kali ini bukannya saya akan membahas mengenai sila-sila dalam pancasila, namun lebih membahas tentang secuil cerita saya mengenai matakuliah pancasila yang pernah saya lalui ketika saya berada di semester awal kuliah.

Sesuai dengan namanya, pelajaran pancasila ini selalu membicarakan mengenai tata perilaku sebagai warga negara agar sesuai dengan sila-sila dalam pancasila. Sedikit membosankan pasti di dalam benak anda ketika membayangkan berada di dalam kelas pancasila. Pancasila ini sudah kita pelajari dalam sekolah formal mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Dan cakupan yang dibahas didalamnya cenderung monoton. Namun di kuliah ini sangatlah berbeda dengan pelajaran pancasila di bangku sekolah. Sebenarnya bukan materi yang membedakan, apalagi pancasila yang diajarakna di dalamnya pun tetap sama. Yang membedakan adalah dosennya.

Dosen yang bernama bapak Joko Pitoyo adalah dosen Fakultas Filsafat yang memang ditugaskan mengajar pancasila di berbagai fakultas di universitas saya. Dosen itu sangat berbeda dengan dosen pada umumnya. Penampilan yang cukup nyentrik, gaya bahasa dan tutur kata yang enak di dengar dan yang pasti isi yang disampaikan sangatlah berkesan hingga saat ini. Misal dalam membahas mengenai soekarno, beliau bisa saja menyambungkan dengan kisah percintaan Soekarno dan bisa di analogikan dengan tokoh2 pewayangan yang sesuai dengan watak dari Soekarno yang cenderung mirip dengan arjuna. Arjuna memiliki 3 istri dengan watak berbeda, dan dari perbedaan watak itu setidaknya kita sebagai wanita harus memilikinya.

Banyak teman yang sangat terpukau dengan cerita-cerita yang beliau pernah ungkapkan begitu juga dengan saya, tapi tepat 23 April 2011 kemarin kita semua sudah tidak dapat mendengarkan dosen tergokil yang cerdas dengan kisah asmara dan joke jenakanya.  Selamat jalan bapak, semoga masih ada cerita-cerita lain yang bisa kami dengarkan dari Bapak Joko Pitoyo-Joko Pitoyo lain di bumi ini :)


-kebokumat-

Sepenggal kisah bersama si heater session 1

Jumat, 22 April 2011


Heater? Ada yang tau benda apakah itu?

Di negara yang termasuk tropis ini, heater memang jarang didengar, dilihat bahkan diperjualbelikan. Heater yang saya maksud pada tulisan ini adalah heater ruangan. Heater ini sangat amat saya butuhkan untuk kelancaran 7 huruf saya (baca: skripsi) yang nantinya akan digunakan untuk mengambil data.

Sedikit ingin bercerita mengenai kisah saya dengan si heater.
Seperti layaknya pasangan kekasih, saya bertemu si heater saat (sengaja) browsing mencarinya di internet. Langsung setelah saya tertarik melihat penampilan si heater yang begitu menggoda, saya putuskan untuk menelpon orangtua (baca:penjual) si heater untuk menanyakan seserahan (baca:harga) yang harus saya berikan.

Tut... Tut... Tut...
kebokumat (K): Halo, bisa bicara dengan orangtua si heater? *dengan sedikit harap-harap cemas
(yang diduga) ortu si heater (OT) : Maaf salah sambung
(K) : Ehm, bisa tau ga sekarang orangtuanya nomor telponnya berapa? *sedikit pesimis
OT : Sebentar..

Dan setelah itu perjalanan cinta saya dengan si heater pun dimulai. Rutin bagi saya untuk PDKT dengan orangtua heater untuk menayakan segala hal tentang si heater. Mulai dari seserahannuya, seperti apa si heater, sampai sosis apa yang dia makan *loh -___-?

Setelah 1 bulan intensif saya menghubunginya melalui telepon, tibalah saya untuk mengambilnya dari si orangtua heater. Dan perjuangan saya menemui orangtua heater ke jakarta dapat dibaca di blog huda

Saya pun akhirnya berpacaran dengan si heater ini kurang lebih 2 minggu 3 hari. Pagi2 saya selalu datang ke lab (dimana si heater kini tinggal) untuk menghidupkan dia agar bangun dari tidurnya dan mengeluarkan hawa panasnya sampai sore hari ketika saya harus berpisah dengannya. Dan semua saya lakukan sebenarnya bukan demi si heater saya lakukan untuk pacar pertama saya (baca: skrip**).

1 minggu bersama si heater saya mengalami hal yang tidak wajar, seperti tidak enak badan, gatal2 akibat kepanasan dan diakhiri dengan tumbangnya badan saya setelah 2 minggu 3 hari bersama heater. Sayapun memutuskan untuk bercerai dengan si heater, karena semua hal telah saya dapatkan darinya (<---- kalimatnya jahat banget )..

Namun, di akhir tulisan ini saya hanya ingin menuliskan salam perpisahan dan rasa terimakasih saya kepada si heater yang telah mengambilkan saya data, tapi kadang ngambek (pernah hampir kebakaran dibuatnya, yang nanti akan saya tulis di tulisan berikutnya) dan selamat tinggal heater jasamu sungguh takkan ku lupakan, huks *sambil berkaca-kaca T.T

Tunggu kelanjutan sepenggal kisah saya bersama si heater session 2 selanjutnya. :DD

-kebokumat-

STIFN : Untuk yang Senang dengan Tes Kepribadian

Manusia memang tercipta dengan karakter dan watak yang berbeda-beda, seperti halnya sidik jari tidak ada manusia yang 100% dikatakan sama. Seperti halnya kepribadian. Sedikit ingin berbagi mengenai kepribadian manusia, akhir-akhir ini cukup populir pengujian sidik jari untuk mengenal kepribadian kita.

Ada 5 macam kategori kepribadian secara umum, yaitu Sensing Intuiting Thinking Feeling dan Insting. Bagaimana cara menguji anda masuk dalam kategori yang mana, pertama anda satukan tangan anda menjadi satu. Jempol manakah yang berada di bawah ketika anda menyatukan tangan anda? Jika jempol kanan, maka otak anda didominasi otak kanan dan sebaliknya. Untuk anda yang dominasi dipengaruhi oleh otak kiri, maka tipe kepribadian anda adalah sensing atau thinking, sedangkan untuk otak kanan maka tipe kepribadian anda feeling atau intuiting. Satu hal yang tidak bisa dibuktikan dengan jempol, hanya kepribadian insting. Karena tipe kepribadian ini cenderung mengguakan otak tengah. Setiap tipe kepribadian tidak buruk dan tidak ada mana yang paling bagus. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana menentukan kita tergolong thinking atau sensing? Tergolong feeling atau intuiting? Atau bahkan sebenarnya saya adalah kepribadian insting?

Secara umum, orang thinking memiliki daya analisis yang baik, sedangkan orang sensing memiliki ingatan yang tajam. Untuk otak kanan, orang yang memiliki kepribadian feeling memiliki empati terhadap sesama yang besar, sedangkan untuk intuiting mereka memiliki daya kreatifitas yang baik.Bagaimana dengan insting? Mereka adalah orang yang memiliki gambaran secara umum dengan baik, dan cepat untuk mengambil keputusan. Contoh orang insting ini adalah Yusuf Kalla.

Tes ini sebenarnya baik ketika dilakukan semenjak kecil, untuk mengetahui pola asuh yang tepat kepada si anak dengan kepribadian yang mereka miliki. Sehingga orangtua dapat lebih mengarahkan anaknya kedepan. Penasaran? Bisa langsung datang ke tes STIFN di daerah alun-alun selatan Yogyakarta. Atau kalau tidak anda dapat menebak-nebak kepribadian mana yang bisa menggambarkan anda.

-kebokumat- 

3 Responden berbicara mengenai Website Jejaring Sosial

Selasa, 09 Maret 2010

Website Jejaring Sosial : Facebook, Twitter dan Plurk

Jejaring social memang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia modern pada dewasa ini. Dari fakta yang ada, maka munculah dan berkembanglah website jejaring social yang ada yang menawarkan beberapa menu-menu, mulai dari mengupdate status, mengirim pesan, dan mengupload foto dan video. Dari beberapa menu-menu yang ada di website jejaring social ini, maka lahirlah beberapa website yang akrab dkunjungi antara lain, facebook, twitter dan plurk. Ketiga website ini cukup popular dikunjungi oleh masyarakat khususnya generasi muda dengan usia range 14-25 tahun untuk saling bertukar info atau hanya sekedar saling menyapa.

Aktifitas user yang sering dilakukan pada ketiga website di atas adalah mengupdate status maupun memebrikan komentar terhadap status user lain. Maka dari itu, task yang diberikan untuk menguji tingkat usabilitas website ini adalah menyuruh responden untuk memberikan komentar pada salah satu status di ketiga website jejaring social tersebut. Responden cukup mengomentari status dengan mengetikan kata “usabilitas” pada status yang user lain di keiga website tersebut. Sample yang diambil adalah 3 orang mahasiswi UGM dengan usia 20 tahun yang tidak memiliki account pada ketiga website jejaring social ini. Jumlah sample yang diambil cukup minimal, dikarenakan langkanya generasi muda yang tidak memiliki account pada ketiga website jejaring social ini.

Dari task yang diujikan responden, di dapatkan hasil sebaga berikut :

No.

Nama

Website

Waktu

1

Eureka Canny P.

Facebook

9.23 detik

Twitter

14.50 detik

Plurk

28.12 detik

2

Riantina Rizky Amalia

Facebook

10.33 detik

Twitter

15.48 detik

Plurk

18.91 detik

3

Betha Tiur Matio P.S.

Facebook

8.45 detik

Twitter

17.13 detik

Plurk

22.45 detik

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan, bahwa task dapat diselesaikan dengan cepat pada website facebook, disusul dengan twitter dan plurk pada urutan terakhir. Dengan rata-rata penyelesaian task adalah sebagai berikut :

No

Website

Rata-rata waktu

1

Facebook

9.336667 detik

2

Twitter

15.70333 detik

3

Plurk

23.16 detik

Sehingga dapat disimpulkan, peringkat tingkat usabilitas menurut sample :

1. Facebook

2. Twitter

3. Plurk

Dari peringkat diatas, tenyata didapatkan hasil yang sama dengan hipotesis dan asumsi peringkat yang dibuat oleh penulis yang menempatkan facebook diurutan pertama dan plurk di urutan terakhir. Begitupula dengan alasan-alasan yang diberikan oleh reponden ketika diwawancarai memilki kesamaan alasan dengan asumsi-asumsi penulis sebelumnya.

Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada ketiga responden, didapatkan alasan utama mereka tidak memiliki account pada ketiga website tersebut karena website tersebut dianggap merepotkan dan menghabiskan banyak waktu untuk megurus account di masing-masing website jejaring social ini.

Dari hasil wawancara, ketiga responden menyatakan kemudahannya dalam menggunakan facebook khususnya dalam memberikan komentar terhadap status user lain karena tombol comment dapat dilihat langsung dan terletak di bawah status yang akan kita komentari. Sehingga user mudah menemukan dan mengetikan komentar “usabilitas” pada kolom yang disediakan setelah tombol comment di klik.

Gambar status pada Facebook

Lain halnya dengan twitter, dalam memberikan komentar kepada status user lain dibutuhkan waktu yan lebih lama dibandingkan facebook. Dari hasil wawancara, responden merasa tombol reply pada twitter terkesan sembunyi di sudut kanan bawah status yang akan di komentari dan baru akan nampak ketika mendekatkan pointer ke status yang akan di kometari. Sehingga user sedikit sulit untuk menemukan tombol reply dan mengetikkan komentar “usabilitas” pada kolom yang disediakan lalu mengeklik tombol update.

Gambar pada twitter sebelum mendekatkan pointer ke status user lain

Gambar pada twitter sesudah mendekatkan ponter ke status user lain

Waktu yang paling lama melakukan task ditemukan di website plurk. Hal ini dikarenakan tidak adanya tombol reply maupun comment di sekitar status yang akan dikomentari. Hanya terdapat tombol edit, delete dan like. Sehingga responden merasakan kebingungan dan mebutuhkan waktu yang lama untuk menemukan tombol mana yang dapat diklik agar dapat memberikan komentar pada status tersebut. Tombol pada plurk untuk memberikan status memang tidak diberikan tulisan comment atau reply seperti pada twitter dan facebook, namun tombol ini hanya berupa tombol yang berlabelkan jumlah komentar yang sudah ada pada status tersebut. Setelah komentar “usabilitas” diketikkan maka responden harus mengenter bukan mengklik tombol sehingga hal ini membuat pengerjaan task membutukan waktu yang lebih lama.

Salah satu responden menyatakan, cara menggunakan facebook cenderung mirip dengan twitter karena menggunakan tombol setipe dan untuk melihat status cukup menggeser scroll ke atas dan ke bawah. Berbeda dengan plurk yang tidak ada tombol dan untuk melihat status harus mendrag mouse ke kanan dan ke kiri.

Gambar tampilan status pada plurk

Maka dari perbandingan-perbandingan dan alasan-alasan diatas dapat disimpulkan facebook memiliki tingkat usabilitas yang tertinggi untuk website jejaring social untuk saat ini.

Jejaring Sosial : Twitter, Plurk dan Facebook

Selasa, 02 Maret 2010

Berbicara tentang usabilitas tidak dapat dipisahkan dengan tingkat satisfaction dan tingkat keefektifan dari web tersebut baik dari segi manfaat, tujuan dan kemudahan dalam memahami menu yang ditawarkan. Pada komparasi kali ini saya membandingkan tingkat usabilitas dari website yang memiliki tujuan sebagai wadah untuk berjejaring social dengan cara mengupdate status baik apa yang sedang mereka kerjakan atau saling bertukar informasi. Semua status yang di share ini memiliki tujuan agar teman atau follower mereka merespon apa yang mereka update.

Dari hasil polling dan survey online pada user facebook, twitter dan plurk yang saya lakukan, facebook berada di urutan pertama dilihat dari tingkat keusabilitasannya dan disusul dengan twitter dan plurk di urutan ketiga. Sample yang saya ambil adalah user yang memiliki account di ketiga website tersebut dan pernah menggunakan menu pada account-acount itu.

Alasan mengapa facebook lebih dipilih dibandingkan twitter dan plurk adalah tingkat kemudahan dalam pemahaman dan beradaptasi terhadap menu yang ditawarkan. Kemudahan yang didapatkan pada facebook dikarenakan, website ini lebih dahulu dikenal dibandingkan kedua website tadi, sehingga user lebih sering dan lebih terbiasa menggunakan website ini. Lain halnya dengan twitter, menu-menu yang ditawarkan lebih simple, bermanfaat karena dapat saling bertukar info lebih bebas dan lebih berisi dibandingkan dengan plurk dan facebook . Contohnya, untuk log in menuju home juga lebih mudah ditemukan di sebelah pojok kanan seperti pada facebook. Namun berbeda dengan plurk yang meletakkan menu log in pada pojok kiri. Selain itu jika user pada facebook dan twitter ingin membalas atau mengomentari status milik user lain, user cukup mengeklik icon reply atau share pada pojok kanan status dan dapat membalasnya dan langsung share setelah mengklik icon share.

Lain halnya dengan plurk, lebih menawarkan emoticon yang sebenarnya tidak begitu penting untuk situs jejaring social seperti ini. Selain itu untuk mengetahui status baru yang di update user harus menggeser scroll dari kiri ke kanan terlebih dahulu baru bisa mengomentarinya. Berbeda dengan jejaring social yang hamper setipe lainnya seperti facebook dan twiter yang dapat melihat status terbaru dengan cara menggeser scroll dari atas ke bawah. Dalam mengomentari status, user pada plurk harus mengklik samping kanan pada status tersebut baru menuliskan komentar kita dan mengenternya bukan mengklik icon reply. Dari beberapa alasan diatas, dapat disimpulkan facebook dan twitter memang memiliki tingkat usabilitas lebih tinggi dibandingkan plurk.

Cempluk dan cemplon,, ^^b

Rabu, 24 Juni 2009



Ini sebuah moment yang mestinya tidak dilewatkan oleh PW (baca:pendamping wisuda) termasuk aku (cemplon a.k.a kebokumat).
Sebagai rasa bersalah, akhirnya sebelum si toga beserta baju "kebesaran" (yang memang kebesaran itu) harus dikembalikan, si kebo mengajak si pemakai toga (baca: si cempluk) dalam foto di atas untuk mengabadikan kenangan lewat foto. Sedikit ingin bercerita tentang proses pengambilan foto ini.

Sedikit ribet untuk bisa sampai ke tahap ini,
Sebelum foto harus dibumbui sedikit adu argumen,karena si cempluk ingin berkumpul dan jalan-jalan bersama teman-temannya. Namun ya akhirnya bisa juga kan foto ini tercetak, yang menandakan semua baik-baik saja :)
dan semoga aja ni foto bakal jadi salah satu foto kenangan untuk cempluk dan cemplon :)
bisa jadi salah satu pajangan di rumah mereka kelak,, hohoho


Maaf ya,, udah sering huhuh dan bikin huhuh,,
tapi foto itu memperlihatkan kalau ternyata tetep si pipi cempluk dan cemplon sangatlah mendominasi di foto ini ^^v

-kebokumat-

Dari FKY dan Pasar Kangen

Jumat, 12 Juni 2009

Ini malem Kamis yang indah,, bisa pergi beruda sama Mas Huda ke Pasar Kangen TBY (baca : Taman Budaya) ma FKY ( Festival Kesenian Yogyakarta) XXi 2009.

Jarang2 nih bisa bener2 seneng jalan berdua nikmati malam jogja,, (lebai mode on)
Biasanya kalau jalan sama Mas Huda itu cuma maem atau gak nemenin salah satu dari kita cari sesuatu. Yey,, malem indah,, >.<

Jam 7 malem kurang gt, dia jemput aku di rumah.. pamit ma ibu terus kita berangkat ke FKY tujuan awal kita. Tapi melewati TBY seperti ada keramaian yang cukup menggoda untuk mampir sebentar. Akhirnya kita nonton Kolaborasi MIM teater di TBY. Teater yang bagus banged, buat yang hobi hunting foto bisa banged tuh buat obyek yang bagus.

Terus keliling2 TBY liat pameran lukisan gt, macem2 lukisan dan ada yang aneh ketika melihat beberapa jenis bebatuan yang mirip banged ma muka manusia,, dan itu bukan rekayasa teman-teman,,

Di TBY juga ada Tedjo Badut yang ngajarin sulap, terus ada beberapa stand gt yang jual makanan dan art craft gt,, (Yang ini wajib di lihat buat nambah ide buat bisnis baru dan akhirnya ide itu jadilah bisnis baru itu sekarang,,)--> sepatu lukis,, buat yang berminat bisa order via FB atau sms saya,, hoho,, ini sebenernya pengembangan usaha tas lukis 3 bulan lalu,,

Lanjut ke Pasar Kangen,,
Setelah puas ke pasar kangen akhirnya memutuskan untuk menuju ke benteng vredeburg buat nonton FKY,
gak jauh beda dari FKY sebelumnya, di sana menyuguhkan kesenian Belitung di stage utama dan ditemani beberapa stand menjual hand made craft dan beberapa lukisan.

Sempat tertarik ni ma lukis muka 90 ribu,, uda ama bingkainya lo,, ni stand di paling pojok dari ujung utara.
Terus hunting pasar buat cari ide bisnis baru,, yap nemuin sandal batik ukir harganya 20.000,00 sayang yang bikin orang solo jadi jauh deh,, (tp buat ide bisnis boleh juga di kembangkan =p)

Buat yang suka dan cari2 buku loak juga ada di FKY,, mulai dari komik Candy2 yang uda lama banged ampe buku Mpu Tantular juga ada loh,,

tepat pukul 21.00 pulang ke rumah dengan bahagia dan semangat,, (padahal mestinya harus belajar buat minggu tenang ujian,, hehehe)
Buat yang belum ke FKY buruan ke sana, mumpung ampe tanggal 30 Juni,,

Jogjakarta, itu kreatif dan berbudaya,, ^^

-kebokumat-