Heater? Ada yang tau benda apakah itu?
Di negara yang termasuk tropis ini, heater memang jarang didengar, dilihat bahkan diperjualbelikan. Heater yang saya maksud pada tulisan ini adalah heater ruangan. Heater ini sangat amat saya butuhkan untuk kelancaran 7 huruf saya (baca: skripsi) yang nantinya akan digunakan untuk mengambil data.
Sedikit ingin bercerita mengenai kisah saya dengan si heater.
Seperti layaknya pasangan kekasih, saya bertemu si heater saat (sengaja) browsing mencarinya di internet. Langsung setelah saya tertarik melihat penampilan si heater yang begitu menggoda, saya putuskan untuk menelpon orangtua (baca:penjual) si heater untuk menanyakan seserahan (baca:harga) yang harus saya berikan.
Tut... Tut... Tut...
kebokumat (K): Halo, bisa bicara dengan orangtua si heater? *dengan sedikit harap-harap cemas
(yang diduga) ortu si heater (OT) : Maaf salah sambung
(K) : Ehm, bisa tau ga sekarang orangtuanya nomor telponnya berapa? *sedikit pesimis
OT : Sebentar..
Dan setelah itu perjalanan cinta saya dengan si heater pun dimulai. Rutin bagi saya untuk PDKT dengan orangtua heater untuk menayakan segala hal tentang si heater. Mulai dari seserahannuya, seperti apa si heater, sampai sosis apa yang dia makan *loh -___-?
Setelah 1 bulan intensif saya menghubunginya melalui telepon, tibalah saya untuk mengambilnya dari si orangtua heater. Dan perjuangan saya menemui orangtua heater ke jakarta dapat dibaca di blog huda
Saya pun akhirnya berpacaran dengan si heater ini kurang lebih 2 minggu 3 hari. Pagi2 saya selalu datang ke lab (dimana si heater kini tinggal) untuk menghidupkan dia agar bangun dari tidurnya dan mengeluarkan hawa panasnya sampai sore hari ketika saya harus berpisah dengannya. Dan semua saya lakukan sebenarnya bukan demi si heater saya lakukan untuk pacar pertama saya (baca: skrip**).
1 minggu bersama si heater saya mengalami hal yang tidak wajar, seperti tidak enak badan, gatal2 akibat kepanasan dan diakhiri dengan tumbangnya badan saya setelah 2 minggu 3 hari bersama heater. Sayapun memutuskan untuk bercerai dengan si heater, karena semua hal telah saya dapatkan darinya (<---- kalimatnya jahat banget )..
Namun, di akhir tulisan ini saya hanya ingin menuliskan salam perpisahan dan rasa terimakasih saya kepada si heater yang telah mengambilkan saya data, tapi kadang ngambek (pernah hampir kebakaran dibuatnya, yang nanti akan saya tulis di tulisan berikutnya) dan selamat tinggal heater jasamu sungguh takkan ku lupakan, huks *sambil berkaca-kaca T.T
Tunggu kelanjutan sepenggal kisah saya bersama si heater session 2 selanjutnya. :DD
-kebokumat-

0 komentar:
Posting Komentar