3 Responden berbicara mengenai Website Jejaring Sosial

Selasa, 09 Maret 2010

Website Jejaring Sosial : Facebook, Twitter dan Plurk

Jejaring social memang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia modern pada dewasa ini. Dari fakta yang ada, maka munculah dan berkembanglah website jejaring social yang ada yang menawarkan beberapa menu-menu, mulai dari mengupdate status, mengirim pesan, dan mengupload foto dan video. Dari beberapa menu-menu yang ada di website jejaring social ini, maka lahirlah beberapa website yang akrab dkunjungi antara lain, facebook, twitter dan plurk. Ketiga website ini cukup popular dikunjungi oleh masyarakat khususnya generasi muda dengan usia range 14-25 tahun untuk saling bertukar info atau hanya sekedar saling menyapa.

Aktifitas user yang sering dilakukan pada ketiga website di atas adalah mengupdate status maupun memebrikan komentar terhadap status user lain. Maka dari itu, task yang diberikan untuk menguji tingkat usabilitas website ini adalah menyuruh responden untuk memberikan komentar pada salah satu status di ketiga website jejaring social tersebut. Responden cukup mengomentari status dengan mengetikan kata “usabilitas” pada status yang user lain di keiga website tersebut. Sample yang diambil adalah 3 orang mahasiswi UGM dengan usia 20 tahun yang tidak memiliki account pada ketiga website jejaring social ini. Jumlah sample yang diambil cukup minimal, dikarenakan langkanya generasi muda yang tidak memiliki account pada ketiga website jejaring social ini.

Dari task yang diujikan responden, di dapatkan hasil sebaga berikut :

No.

Nama

Website

Waktu

1

Eureka Canny P.

Facebook

9.23 detik

Twitter

14.50 detik

Plurk

28.12 detik

2

Riantina Rizky Amalia

Facebook

10.33 detik

Twitter

15.48 detik

Plurk

18.91 detik

3

Betha Tiur Matio P.S.

Facebook

8.45 detik

Twitter

17.13 detik

Plurk

22.45 detik

Dari hasil diatas, dapat disimpulkan, bahwa task dapat diselesaikan dengan cepat pada website facebook, disusul dengan twitter dan plurk pada urutan terakhir. Dengan rata-rata penyelesaian task adalah sebagai berikut :

No

Website

Rata-rata waktu

1

Facebook

9.336667 detik

2

Twitter

15.70333 detik

3

Plurk

23.16 detik

Sehingga dapat disimpulkan, peringkat tingkat usabilitas menurut sample :

1. Facebook

2. Twitter

3. Plurk

Dari peringkat diatas, tenyata didapatkan hasil yang sama dengan hipotesis dan asumsi peringkat yang dibuat oleh penulis yang menempatkan facebook diurutan pertama dan plurk di urutan terakhir. Begitupula dengan alasan-alasan yang diberikan oleh reponden ketika diwawancarai memilki kesamaan alasan dengan asumsi-asumsi penulis sebelumnya.

Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada ketiga responden, didapatkan alasan utama mereka tidak memiliki account pada ketiga website tersebut karena website tersebut dianggap merepotkan dan menghabiskan banyak waktu untuk megurus account di masing-masing website jejaring social ini.

Dari hasil wawancara, ketiga responden menyatakan kemudahannya dalam menggunakan facebook khususnya dalam memberikan komentar terhadap status user lain karena tombol comment dapat dilihat langsung dan terletak di bawah status yang akan kita komentari. Sehingga user mudah menemukan dan mengetikan komentar “usabilitas” pada kolom yang disediakan setelah tombol comment di klik.

Gambar status pada Facebook

Lain halnya dengan twitter, dalam memberikan komentar kepada status user lain dibutuhkan waktu yan lebih lama dibandingkan facebook. Dari hasil wawancara, responden merasa tombol reply pada twitter terkesan sembunyi di sudut kanan bawah status yang akan di komentari dan baru akan nampak ketika mendekatkan pointer ke status yang akan di kometari. Sehingga user sedikit sulit untuk menemukan tombol reply dan mengetikkan komentar “usabilitas” pada kolom yang disediakan lalu mengeklik tombol update.

Gambar pada twitter sebelum mendekatkan pointer ke status user lain

Gambar pada twitter sesudah mendekatkan ponter ke status user lain

Waktu yang paling lama melakukan task ditemukan di website plurk. Hal ini dikarenakan tidak adanya tombol reply maupun comment di sekitar status yang akan dikomentari. Hanya terdapat tombol edit, delete dan like. Sehingga responden merasakan kebingungan dan mebutuhkan waktu yang lama untuk menemukan tombol mana yang dapat diklik agar dapat memberikan komentar pada status tersebut. Tombol pada plurk untuk memberikan status memang tidak diberikan tulisan comment atau reply seperti pada twitter dan facebook, namun tombol ini hanya berupa tombol yang berlabelkan jumlah komentar yang sudah ada pada status tersebut. Setelah komentar “usabilitas” diketikkan maka responden harus mengenter bukan mengklik tombol sehingga hal ini membuat pengerjaan task membutukan waktu yang lebih lama.

Salah satu responden menyatakan, cara menggunakan facebook cenderung mirip dengan twitter karena menggunakan tombol setipe dan untuk melihat status cukup menggeser scroll ke atas dan ke bawah. Berbeda dengan plurk yang tidak ada tombol dan untuk melihat status harus mendrag mouse ke kanan dan ke kiri.

Gambar tampilan status pada plurk

Maka dari perbandingan-perbandingan dan alasan-alasan diatas dapat disimpulkan facebook memiliki tingkat usabilitas yang tertinggi untuk website jejaring social untuk saat ini.

Jejaring Sosial : Twitter, Plurk dan Facebook

Selasa, 02 Maret 2010

Berbicara tentang usabilitas tidak dapat dipisahkan dengan tingkat satisfaction dan tingkat keefektifan dari web tersebut baik dari segi manfaat, tujuan dan kemudahan dalam memahami menu yang ditawarkan. Pada komparasi kali ini saya membandingkan tingkat usabilitas dari website yang memiliki tujuan sebagai wadah untuk berjejaring social dengan cara mengupdate status baik apa yang sedang mereka kerjakan atau saling bertukar informasi. Semua status yang di share ini memiliki tujuan agar teman atau follower mereka merespon apa yang mereka update.

Dari hasil polling dan survey online pada user facebook, twitter dan plurk yang saya lakukan, facebook berada di urutan pertama dilihat dari tingkat keusabilitasannya dan disusul dengan twitter dan plurk di urutan ketiga. Sample yang saya ambil adalah user yang memiliki account di ketiga website tersebut dan pernah menggunakan menu pada account-acount itu.

Alasan mengapa facebook lebih dipilih dibandingkan twitter dan plurk adalah tingkat kemudahan dalam pemahaman dan beradaptasi terhadap menu yang ditawarkan. Kemudahan yang didapatkan pada facebook dikarenakan, website ini lebih dahulu dikenal dibandingkan kedua website tadi, sehingga user lebih sering dan lebih terbiasa menggunakan website ini. Lain halnya dengan twitter, menu-menu yang ditawarkan lebih simple, bermanfaat karena dapat saling bertukar info lebih bebas dan lebih berisi dibandingkan dengan plurk dan facebook . Contohnya, untuk log in menuju home juga lebih mudah ditemukan di sebelah pojok kanan seperti pada facebook. Namun berbeda dengan plurk yang meletakkan menu log in pada pojok kiri. Selain itu jika user pada facebook dan twitter ingin membalas atau mengomentari status milik user lain, user cukup mengeklik icon reply atau share pada pojok kanan status dan dapat membalasnya dan langsung share setelah mengklik icon share.

Lain halnya dengan plurk, lebih menawarkan emoticon yang sebenarnya tidak begitu penting untuk situs jejaring social seperti ini. Selain itu untuk mengetahui status baru yang di update user harus menggeser scroll dari kiri ke kanan terlebih dahulu baru bisa mengomentarinya. Berbeda dengan jejaring social yang hamper setipe lainnya seperti facebook dan twiter yang dapat melihat status terbaru dengan cara menggeser scroll dari atas ke bawah. Dalam mengomentari status, user pada plurk harus mengklik samping kanan pada status tersebut baru menuliskan komentar kita dan mengenternya bukan mengklik icon reply. Dari beberapa alasan diatas, dapat disimpulkan facebook dan twitter memang memiliki tingkat usabilitas lebih tinggi dibandingkan plurk.