Jejaring Sosial : Twitter, Plurk dan Facebook

Selasa, 02 Maret 2010

Berbicara tentang usabilitas tidak dapat dipisahkan dengan tingkat satisfaction dan tingkat keefektifan dari web tersebut baik dari segi manfaat, tujuan dan kemudahan dalam memahami menu yang ditawarkan. Pada komparasi kali ini saya membandingkan tingkat usabilitas dari website yang memiliki tujuan sebagai wadah untuk berjejaring social dengan cara mengupdate status baik apa yang sedang mereka kerjakan atau saling bertukar informasi. Semua status yang di share ini memiliki tujuan agar teman atau follower mereka merespon apa yang mereka update.

Dari hasil polling dan survey online pada user facebook, twitter dan plurk yang saya lakukan, facebook berada di urutan pertama dilihat dari tingkat keusabilitasannya dan disusul dengan twitter dan plurk di urutan ketiga. Sample yang saya ambil adalah user yang memiliki account di ketiga website tersebut dan pernah menggunakan menu pada account-acount itu.

Alasan mengapa facebook lebih dipilih dibandingkan twitter dan plurk adalah tingkat kemudahan dalam pemahaman dan beradaptasi terhadap menu yang ditawarkan. Kemudahan yang didapatkan pada facebook dikarenakan, website ini lebih dahulu dikenal dibandingkan kedua website tadi, sehingga user lebih sering dan lebih terbiasa menggunakan website ini. Lain halnya dengan twitter, menu-menu yang ditawarkan lebih simple, bermanfaat karena dapat saling bertukar info lebih bebas dan lebih berisi dibandingkan dengan plurk dan facebook . Contohnya, untuk log in menuju home juga lebih mudah ditemukan di sebelah pojok kanan seperti pada facebook. Namun berbeda dengan plurk yang meletakkan menu log in pada pojok kiri. Selain itu jika user pada facebook dan twitter ingin membalas atau mengomentari status milik user lain, user cukup mengeklik icon reply atau share pada pojok kanan status dan dapat membalasnya dan langsung share setelah mengklik icon share.

Lain halnya dengan plurk, lebih menawarkan emoticon yang sebenarnya tidak begitu penting untuk situs jejaring social seperti ini. Selain itu untuk mengetahui status baru yang di update user harus menggeser scroll dari kiri ke kanan terlebih dahulu baru bisa mengomentarinya. Berbeda dengan jejaring social yang hamper setipe lainnya seperti facebook dan twiter yang dapat melihat status terbaru dengan cara menggeser scroll dari atas ke bawah. Dalam mengomentari status, user pada plurk harus mengklik samping kanan pada status tersebut baru menuliskan komentar kita dan mengenternya bukan mengklik icon reply. Dari beberapa alasan diatas, dapat disimpulkan facebook dan twitter memang memiliki tingkat usabilitas lebih tinggi dibandingkan plurk.

1 komentar:

huda albanna mengatakan...

selamat ya udah mulai nulis lagi :)

tulisannya bagus, un.

btw, kalo di luar negeri kayak AS, malahan lebih berkelas Twitter, dibanding FB. FB jadi kayak punya anak2 ABG gitu un...